Mengenal Food Truck “MBG” Matahari Pagi Indonesia Kaltim
Sejak 2025, program Makan Bahagia Gratis --MBG-- sejatinya telah diperkenalkan. Dahnil Anzar Simanjuntak --Wakil Menteri (Wamen) Haji dan Umroh sekaligus Ketua Umum Majelis Pertimbangan Pengurus Besar (PB) Matahari Pagi Indonesia-- meluncurkannya dari Kecamatan Blora, Jawa Tengah (Jateng), bersama Agus Andrianto --Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas).
DI Kalimantan Timur (Kaltim), kehadiran MBG melalui food truck ini tak bisa dilepaskan dari sosok Tanty Prasetyo Ningrum. Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Matahari Pagi Indonesia Kaltim ini, memperkenalkannya Sabtu 15 Agustus 2026.
Food truck ini terdiri dari dua bagian Utama. Yakni bagian kendaraan –eksterior– dan bagian dapur –interior– yang dirancang ringkas untuk mengolah serta mmberikan makanan.
Jika biasanya hanya memiliki satu arah jendela pelayanan, maka food truck DPW Matahari Pagi Indonesia Kaltim memiliki dua arah jendela pelayanan. Di mana titik itu menjadi tempat memesan dan mengambil makanan. Persis berada di sisi samping truck.
Bagian menarik ada di sisi stiker yang digunakan. Di mana ada logo dan warna khas DPW Matahari Pagi Indonesia Kaltim. Namun selain itu, di bagian kaca belakang, ada quote dari Presiden Prabowo Subianto.
Kata Tanty Prasetyo Ningrum, Ketua DPW Matahari Pagi Indonesia Kaltim, Makan Bahagia Gratis bukanlah saingan dari Makan Bergizi Gratis. Kehadirannya justru untuk mendukung program MBG yang lebih dulu berjalan.
“Ini merupakan wujud solidaritas nasional. Upaya Presiden (Prabowo Subioanto) untuk memenuhi gizi anak-anak bangsa perlu disambut dengan semangat gotong royong,” katanya.
Tanty mengatakan, Makan Bahagia Gratis yang diinisiasi Matahari Pagi Indonesia sebagai bentuk partisipasi masyarakat, bukan sebagai pembanding terhadap Makan Bergizi Gratis. Inisiatif ini menjadi wujud kearifan lokal dan semangat gotong royong sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi, yang menekankan kolaborasi dan kepedulian antarwarga.
“Program Pak Prabowo ini selain menjadi program Pemerintah, sebenarnya menggugah kepedulian sosial. Khususnya simpati dan empati dari anggota masyarakat,” ulasnya.
“Kelompok masyarakat yang memiliki rejeki lebih bisa mengamplifikasi program Presiden. Artinya program Makan Bahagia Gratis itu sebenarnya membangkitkan solidaritas nasional,” timpal Tanty.
Tanty menyatakan, Makan Bahagia Gratis tidak hanya diberikan untuk mendorong pemenuhan gizi dari anak-anak di Kaltim. Tetapi juga sebagai upaya pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai penyedia makanan yang dibagikan kepada warga.
Pemerintah, bagi Tanty, senantiasa mendorong program prioritas yang tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Tetapi juga memastikan bahwa manfaat pembangunan dapat langsung dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. “Program peningkatan gizi dan pemerataan akses pangan menjadi salah satu program prioritas di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto,” urainya.
“Makanya Makan Bahagia Gratis merupakan bentuk dukungan Matahari Pagi Indonesia terhadap MBG. Sebab program itu dirancang sebagai bentuk upaya menyelesaikan permasalahan pemenuhan hak dasar atas pangan dan gizi bagi anak-anak dan kelompok rentan (ibu hamil dan menyusui, Red.),” imbuh Tanty. (*)



