Mengapa Matahari Pagi Indonesia Kaltim Dekat dengan Gerakan Sosial dan Masyarakat?
Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Matahari Pagi Indonesia Kalimantan Timur (Kaltim) punya segudang aktivitas. Sejak kali pertama dibentuk 2023 lalu, mereka banyak terlibat dalam sejumlah gerakan sosial. Mengapa demikian?
KEDUA tangan Tanty Prasetyo Ningrum cekatan. Di antara antrean warga, Ketua DPW Matahari Pagi Indonesia Kaltim ini sigap membagi 1000 paket dan bingkisan kepada masyarakat. Khususnya mereka yang melintas di Taman Samarendah, Kota Samarinda. Mereka yang menerima tak hanya pengendara roda empat. Tetapi juga pengandara roda dua. Pun, para pejalan kaki di sana.
Aktivitas ini sendiri sebenarnya terjadi Jumat 13 Maret 2026 lalu. Saat itu, Tanty bersama pengurus dan relawan Matahari Pagi Indonesia Kaltim, membagikan 1000 paket dan bingkisan. Terdiri dari 700 paket takjil dan 300 bingkisan untuk anak-anak yang menjalankan ibadah puasa.
Apa yang dilakukan DPW Matahari Pagi Indonesia Kaltim ini sejatinya bukan hal baru. Sejak kali pertama dibentuk, Tanty secara tegas memfokuskan program kerja pada aksi sosial dan pemberdayaan masyarakat. Kebijakan ini sesuai dengan instruksi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Matahari Pagi Indonesia.
Kata Tanty, jika menilik lebih dalam visi dan misi, Matahari Pagi Indonesia dibentuk sebagai wadah gerakan sosial. Fokus utamanya adalah hadir langsung di tengah masyarakat melalui aktivitas yang menyentuh kebutuhan dasar.
“Membagi paket dan bingkisan seperti itu hanya salah satu saja aktivitas sosial yang kami lakukan,” jelasnya.
“Saat ini kami banyak melakukan aktivitas sosial lain. Seperti senam sehat bersama masyarakat di Teras Samarinda. Ada juga aktivitas berbagi di Taman Samarendah. Ini biasanya dilakukan sesuai momentum hari besar nasional dan keagamaan,” timpal Tanty.
Bagi Tanty, imej DPW Matahari Pagi Indonesia Kaltim dekat dengan gerakan sosial memang tak bisa dibantah. Di Kaltim, isu-isu sosial kerap menjadi perhatian utama. “Makanya melalui aktivitas sosial berkelanjutan ini, kami berusaha mempererat tali silaturahmi, membangun kepercayaan masyarakat (social trust, Red.), serta membantu masyarakat yang membutuhkan di level akar rumput (grassroots, Red.),” terang Tanty.
Di lain sisi, lanjut Tanty, imej positif yang melekat kepada DPW Matahari Pagi Indonesia Kaltim ini menjadi wadah untuk konsolidasi sekaligus edukasi kepada masyarakat. Ia menyatakan, aktivitas sosial merupakan sarana efektif untuk merangkul berbagai elemen masyarakat.
“Mulai dari pemuda, tokoh lokal, hingga pelaku usaha kecil. Selain memberi bantuan fisik, momen seperti itu biasanya kami manfaatkan untuk kampanye hidup sehat, literasi, dan gotong royong masyarakat,” ulasnya.
Selain itu, Tany mengatakan, aktivitas sosial yang dilakukan DPW Matahari Pagi Indonesia Kaltim juga merupakan bentuk respons terhadap dinamika di Benua Etam.
“Kaltim adalah provinsi yang sedang berkembang pesat. Termasuk dengan adanya pembangunan IKN (Ibu Kota Nusantara, Red.) yang memiliki dinamika sosial-ekonomi yang tinggi. Makanya kehadiran kami tidak bisa dilepaskan adari aktivitas sosial untuk masyarakat,” urainya. (*)



