Goblintimacy: Sisi Anehmu yang Lebih Menarik di Dating Apps

Bayangkan. Kamu sedang bersiap untuk kencan pertama. Kamu memilih pakaian terbaik. Memikirkan topik obrolan. Bahkan mungkin berusaha menunjukkan versi diri yang paling menyenangkan. Semua itu terdengar wajar. Namun, bagaimana jika kamu justru merasa harus mempertahankan citra tersebut sepanjang hubungan?

DALAM percakapan tentang budaya kencan belakangan ini, muncul istilah goblintimacy. Istilah ini menggambarkan pendekatan yang mendorong orang menunjukkan diri yang lebih autentik sejak awal hubungan. Termasuk kebiasaan aneh, kekurangan, quirks, atau sisi diri yang biasanya disembunyikan.

The Indian Express dalam artikel “Goblintimacy dating trend: Why more people are choosing authenticity over perfection”, menjelaskan goblintimacy sebagai tren kencan yang mendorong seseorang tampil autentik sejak awal. Termasuk menunjukkan ketidaksempurnaan, kerentanan, dan beban emosional yang biasanya baru dibagikan ketika hubungan sudah lebih mapan.

Sementara itu, VICE dalam artikel “Goblintimacy Invites You to Be Your Weirdest, Most Goblin-Like Self on Dates”, menggambarkannya sebagai pendekatan kencan yang mendorong seseorang hadir sebagai versi dirinya yang lebih jujur dan tidak terlalu dipoles.

Namun, goblintimacy bukan berarti seseorang harus sengaja tampil berantakan atau mengabaikan perasaan pasangan. Intinya lebih sederhana: tidak perlu membangun hubungan dengan versi diri yang terlalu jauh dari kenyataan.

Dari Goblin Mode ke Goblintimacy
Istilah goblintimacy merupakan gabungan dari kata goblin dan intimacy. Konsepnya berkaitan dengan goblin mode, istilah yang lebih dulu populer di media sosial.

Pada 2022, Oxford Languages menetapkan goblin mode sebagai Word of the Year setelah pemungutan suara yang melibatkan lebih dari 340.000 orang. Oxford mendefinisikannya sebagai perilaku yang sangat memanjakan diri, malas, berantakan, atau tidak peduli pada ekspektasi sosial.

Dalam artikel The Guardian, “Goblin mode: new Oxford word of the year speaks to the times”, popularitas istilah tersebut dikaitkan dengan kejenuhan terhadap standar estetika dan gaya hidup yang semakin sulit dicapai di media sosial.

Semangat itulah yang kemudian dibawa ke dunia kencan. Jika goblin mode memberi ruang untuk tidak selalu terlihat sempurna dalam kehidupan sehari-hari, goblintimacy menggunakannya untuk mempertanyakan kebiasaan menunjukkan versi diri paling ideal ketika bertemu calon pasangan. (magdalene.co)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button