Coaching for Leaders, ASN Kaltim Diingatkan soal Tiga Kontinum Psikologis
Peran pemimpin di era modern penting. Ia dituntut memiliki kemampuan mendengar yang baik. Mampu membuka ruang diskusi. Membangun kepercayaan, Dan, membantu bawahan menemukan solusi dan mengembangkan kapasitas dirinya.
PERNYATAAN ini disampaikan Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Setda Kaltim, Siti Farisya Yana, saat Coaching for Leaders di Aula Besar BPSDM Kaltim, belum lama ini.
Dalam kesempatan itu, dia sempat memberikan pembekalan singkat. Yakni mengenai tiga kontinum psikologis manusia yang perlu dipahami oleh seorang pemimpin
Area pertama, katanya, adalah minus. Yakni kondisi ketika seseorang mengalami gangguan psikologis seperti trauma atau depresi berat. Area kedua, netral. Yaitu kondisi sehat secara psikologis. Namun belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar yang memadai.
“Ketiga adalah plus. Yakni individu yang sehat, telah memiliki kompetensi, tetapi masih memerlukan pendampingan untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki,” katanya, seperti dilansir dari laman resmi Pemprov Kaltim.
“Tugas coach bukan menggurui. Ketika melakukan coaching, hendaknya menjauhi kebiasaan memberikan nasihat secara langsung,” sambung Yana.
Dia menyatakan, pendekatan coaching lebih menekankan pada metode inkuiri. Yaitu melalui pertanyaan-pertanyaan strategis yang mendorong coachee berpikir, menemukan solusi, serta menggali potensi dirinya secara mandiri.
Sebagai informasi, dalam Coaching for Leaders, Pemprov Kaltim berupaya memperkuat kompetensi ASN untuk mendorong budaya kerja yang kreatif, inovatif, dan adaptif.
Langkah strategis inilah yang kemudian diwujudkan melalui Coaching for Leaders bagi Pejabat Administrator, Widyaiswara Ahli Madya, dan Utama, serta Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Koordinator dan Operator Inovasi Daerah. (*)



