Akibat Karhutla, Trenggiling Terluka Parah di Berau
Seekor trenggiling ditemukan saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Kampung Merasa, Kabupaten Berau. Saat ditemukan, satwa dilindungi tersebut dalam kondisi luka parah dengan dua kaki belakang mengalami luka bakar hingga tulangnya terlihat.
FOUNDER Conservation Action Network (CAN) Borneo, Paulinus Kristanto mengatakan trenggiling ditemukan saat timnya melakukan pemadaman pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 21.00 Wita. Saat itu, timnya berjibaku memadamkan api sejak pagi.
“Pada saat kita melakukan pemadaman di Kampung Merasa itu ada sekitar delapan titik api yang berada di wilayah administrasi Kampung Merasa. Kemudian tim sudah memadamkan dari pagi sampai malam, akhirnya pada malam hari kita ketemu ada satu trenggiling saat tim lagi melakukan pemadaman,” ulas Paulinus kepada TAN Media, belum lama ini.
Paulinus mengatakan, trenggiling tersebut ditemukan bersembunyi di dalam batang kayu yang ikut terbakar. Tim kemudian mengevakuasi satwa tersebut setelah mengetahui kondisinya mengalami luka cukup serius. Selain kedua kaki belakang, bagian ekor trenggiling juga mengalami luka bakar. Luka pada kaki belakang bahkan cukup parah hingga bagian tulangnya terlihat.
“Trenggiling ditemukan dan dievakuasi sekitar pukul 21.00 Wita. Jarak karhutla dari pusat rehabilitasi sekitar 10 kilometer,” urai.
“Dia bersembunyi di batang kayu yang terbakar. Nah, itulah yang akhirnya kita selamatkan dan kita menemukan di kaki bagian belakang, dua kakinya itu ternyata sudah luka parah. Di ekor juga,” timpal Paulinus.
Usai dievakuasi, trenggiling tersebut langsung dibawa ke pusat rehabilitasi Long Sam untuk mendapatkan perawatan. Hingga kini, trenggiling tersebut masih menjalani perawatan intensif akibat luka bakar yang dialaminya.
“Saat ini trenggilingnya berada di pusat rehabilitasi Long Sam. Kondisi terakhir masih dalam perawatan intensif,” tutup Paulinus. (*)



