Pasar 10 Wastra dan Kriya Kaltim Kini Ada di Kancah Internasional

Sebanyak 10 Usaha Mikro Kecil Menenngah (UMKM) jenis wastra dan kriya Kalimantan Timur (Kaltim) mengikuti Business Matching. Mereka tak sekadar dipilih. Produk yang dimiliki punya potensi ekspor tinggi.

KEPALA Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Kaltim, Heni Purwaningsih, menjelaskan semangat membawa produk unggulan Benua Etam ke panggung dunia terus diperkuat.

Melalui DPPKUKM Kaltim dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kaltim, akses itu dibuka melalui Business Matching. “Ini sebagai upaya membuka akses pasar internasional bagi produk wastra dan kriya khas Kaltim,” katanya, seperti dikutip dari laman resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.

Katanya, Businees Matching ini menjadi langkah nyata dalam memperluas jejaring pemasaran. Sekaligus meningkatkan daya saing pelaku UMKM agar mampu menembus pasar ekspor.

Makanya, melalui proses kurasi yang dilakukan tim DPPKUKM Kaltim bersama Dekranasda Kaltim, terpilih 10 UMKM wastra dan kriya yang dinilai memiliki potensi ekspor.

Adapun 10 wastra dan kriya itu adalah Rumah Tenun Rahmadina, D’Jahit Ratie, Borneo Batik, BAE Sulam Tumpar, Pokantakaq, Menggeris, Rajut RST, Matan Gallery, Denafee, dan Gilfantee. Masing-masing menghadirkan keunikan produk berbasis budaya lokal yang dipadukan dengan sentuhan inovasi dan kualitas.

Menariknya, mereka memperoleh kesempatan mempresentasikan produk terbaiknya secara langsung kepada calon pembeli internasional dari Australia. Yakni MSHADI GROUP PTY LTD.

MSHADI GROUP PTY LTD adalah perusahaan swasta Australia yang berbasis di Victoria. Mereka aktif dalam memfasilitasi bisnis, kargo internasional, layanan konsultasi, dan berperan sebagai pembeli atau importir untuk berbagai produk internasional. Termasuk produk kreatif dan UMKM dari Indonesia.

“Hasilnya mendapat respons positif sangat menggembirakan. Produk-produk wastra dan kriya khas Kaltim mendapat apresiasi tinggi dari diaspora Indonesia di Australia,” jelas Heni Purwaningsih.

Ia menerangkan, sejumlah produk akan dipasarkan melalui galeri di Australia sebagai etalase produk kreatif Indonesia. Ii sekaligus menjadi pintu masuk bagi karya-karya pengrajin Kaltimke pasar internasional.

Tak hanya itu. Koleksi wastra khas Kaltim juga direncanakan tampil dalam peragaan busana –fashion show– di Negeri Kanguru. “Momentum ini menjadi kesempatan berharga untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat dunia melalui karya para pengrajin lokal,” terang Heni Purwaningsih.

Sementara itu, produk dekorasi rumah berbahan ulap doyo dan rami, kerajinan manik, anyaman rotan, hingga bantal batik bermotif khas Kalimantan, berhasil menarik perhatian buyer. Bahkan, beberapa di antaranya telah memperoleh purchase order langsung dari MSHADI GROUP PTY LTD.

“Ini menjadi bukti bahwa produk UMKM Kaltim memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar global,” akunya.

“Keberhasilan ini diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh pengrajin dan pelaku UMKM di Kaltim untuk terus berkarya, menjaga kualitas, berinovasi, serta berani menembus pasar yang lebih luas,” sambung Heni Purwaningsih. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button