Gubernur Kaltim Perketat Pencegahan Karhutla, Ini Instruksinya
Pemprov Kaltim menyambut baik perhatian penuh Presiden Prabowo Subianto terhadap penanganan karhutla serta antisipasi dampak kekeringan akibat fenomena El Nino di wilayah Pulau Kalimantan.
GUBERNUR Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan bahwa keseriusan Presiden yang menugaskan jajaran tinggi TNI dan Polri ke setiap provinsi menjadi dorongan kuat bagi daerah untuk memperketat langkah pencegahan di lapangan.
Di Kaltim, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita bersama Komandan Korps Brimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat melakukan peninjauan langsung dan memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Base Ops Lanud Balikpapan, belum lama ini.
Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda dan instansi teknis, termasuk Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan, Kodam VI/Mulawarman, Polda Kaltim, Basarnas, Otorita IKN, serta BMKG Balikpapan.
Sinergi ini sejalan dengan arahan pencegahan yang telah diterbitkan oleh Pemprov Kaltim. Sebelumnya, Gubernur Rudy Mas’ud telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 300.2.3/4477/BPBD-II tentang Peringatan Dini dan Kesiapsiagaan Bencana Kekeringan serta Karhutla.
Instruksi Gubernur Kaltim kepada Bupati dan Wali Kota
– Koordinasi & Ground Check: Menginstruksikan seluruh bupati dan wali kota untuk meningkatkan patroli serta pemeriksaan titik api di lapangan secara terpadu.
– Edukasi Lapangan: Melibatkan perangkat desa, kepala kampung, hingga kepala dusun guna mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
– Deteksi & Respon Cepat: Melakukan analisis wilayah rawan serta segera memadamkan titik api sebelum berpotensi meluas.
– Prioritas Kesehatan: Menjadikan upaya pencegahan sebagai fokus utama untuk menghindari kerugian material dan potensi gangguan kesehatan akibat asap.
Gubernur Kaltim menegaskan bahwa Kaltim yang saat ini berada dalam status siaga bencana hidrometeorologi akan terus memperkuat kolaborasi bersama TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan demi memastikan wilayah Kaltim tetap aman dari ancaman karhutla. (*)



