Transplantasi Karang di Pulau Miang Kutim Pakai Metode MARRS

Transplantasi terumbu karang di kawasan rehabilitasi terumbu karang Pulau Miang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), menggunakan metode MARRS --Mars Accelerated Coral Reef Restoration System. Jenis karangnya Acropora dan Pocillopora yang ditempatkan pada modul Reefstar.

INFORMASI ini disampaikan perwakilan Yekhalis Scuba School, Auliansyah. Katanya, pemulihan terumbu karang membutuhkan kesabaran. Karang hasil transplantasi memerlukan waktu sekira 3 hingga 5 tahun untuk menjadi terumbu mini yang berfungsi sebagai habitat biota laut.

“Sementara untuk membentuk ekosistem alami yang matang dibutuhkan waktu lebih dari satu dekade,” ulasnya, seperti dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim). “Pertumbuhan terumbu karang sangat lambat,” imbuhnya.

Auliansyah berharap, wisatawan dan masyarakat turut menjaga kawasan rehabilitasi terumbu karang Pulau Miang. “Ini agar upaya rehabilitasi yang dilakukan dapat memberikan hasil yang optimal,” urainya.

Seperti diketahui, belum lama ini, Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim melaksanakan transplantasi terumbu karang di kawasan rehabilitasi terumbu karang Pulau Miang. Turut berpartisipasi dalam kegiatan itu Yekhalis Scuba School, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pulau Miang, akademisi, dan insan media.

Melalui kegiatan ini, Dispar Kaltim berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem laut semakin meningkat. Sehingga keindahan bawah laut Pulau Miang dapat terus dinikmati dan menjadi daya tarik wisata berkelanjutan bagi Kaltim. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button