Di Kaltim, Lemhannas Soroti Tantangan Patriotisme Anak Muda

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Ace Hasan Syadzily, menyoroti tantangan membangun semangat patriotisme generasi muda di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.

MENURUTNYA, perjuangan menjaga bangsa saat ini tidak lagi cukup dimaknai melalui perjuangan fisik seperti mengangkat senjata.

Hal itu disampaikan Ace dalam sambutan singkat saat jamuan makan malam bersama jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) di Kota Samarinda, Senin (21/9/2026) kemarin.

Ace mengatakan, Lemhannas kini mendorong penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui program Lemhannas Goes to Campus. Program tersebut menyasar generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk membangun kesadaran politik dan komitmen menjaga bangsa.

“Kalau dulu orang melihat perjuangan pejuang adalah dengan mengangkat senjata, tapi sekarang tidak cukup,” katanya. “Tantangan terbesar bangsa kita ini adalah bagaimana anak muda memiliki semangat patriotisme di tengah disrupsi teknologi yang begitu sangat cepat,” timpal Ace.

Dia menilai perkembangan media sosial turut menjadi tantangan dalam menjaga semangat patriotisme generasi muda. Ruang-ruang pribadi yang semakin terbuka melalui media sosial, kata dia, dapat memengaruhi cara anak muda memandang nilai-nilai kebangsaan.

“Oleh karena itu, kami ke Kalimantan Timur untuk bagaimana membangun kesadaran, tentang kesadaran politik, kesadaran tentang komitmen kita untuk menjaga bangsa ini, terutama bagi generasi muda,” ujarnya.

Ace juga menekankan peran perguruan tinggi dalam membentuk karakter kebangsaan mahasiswa. Menurutnya, kampus tidak hanya bertugas mencetak lulusan dengan keterampilan akademik, tetapi juga perlu membentuk karakter kebangsaan.

“Kampus bukan hanya sekadar mencetak orang untuk menjadi seorang akademisi, memiliki keterampilan akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan,” tutupnya. (nana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button